Ini Alasannya, Mengapa Dompu Kekurangan Air Bersih
Cari Berita

Iklan 970x90px

Ini Alasannya, Mengapa Dompu Kekurangan Air Bersih

Tuesday, October 26, 2021

 

Penanganan Krisis Air Bersih Dari Kadis PU dan Direktur PDAM Kabupaten Dompu


Dompu, Infobima.com - Akhir-akhir ini beberapa wilayah di Kabupaten Dompu mengeluhkan ketersediaan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pemda Dompu. Padahal anggaran operasional yang digelontorkan untuk mengatasi air ini tergolong cukup besar mencapai hampir 2 miliar rupiah.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Dompu, Ir Abdul Muis menjawab problem yang terjadi, bukan tanpa upaya, dia mengaku menemui kendala untuk pengambilan sumber air bersih di Desa Krama Bura karena upayanya dua kali ditolak oleh masyarakat setempat.


"Jadi, waktu itu dua kali kita melaksanakan dan dua kali pula kita ditolak. Yang pertama dikerjakan oleh PU melalui kontrak, yang kedua kita berkerja sama  dengan TNI melalui karya bakti juga ditolak oleh masyarakat. Inilah sumber persoalan kita hari ini" Ungkap Kadis PU dalam menjawab tuntutan massa KMD lewat aksi demonstrasi pada Senin (25/10/21).


Gagal pengambilan air di sumber tersebut, Muis mengaku mencari sumber air yang ke dua dengan areal yang sama.


"Itu pengambilannya di Dam Mila dan bendungan fiber di Desa Saneo, tapi semua terkendala karena Covid" jelasnya.


Sementara pengakuan direktur Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAM) Kabupaten Dompu Agus Supandi, SE., dia menyampaikan sebab terkendalanya layanan air bersih yang ada di Desa Bakajaya, Kelurahan Simpasai dan Kelurahan Kandai dua, itu akibat kuantitas dan kontinuitas debit air yang ada kini sudah semakin menyusut.


"Maksimal kita membutuhkan air yang akan kita olah sekitar 100 liter per-detik, namun sekarang maksimal hanya 50 liter saja, itupun ngos-ngosan dan itu yang kita bagikan ke Kota dan Woja sekarang" jelasnya.


Agus Supandi menjelaskan juga, terkait dengan kualitas, "Akibat erupsi gundulnya hutan, pengolahan air yang dibangun oleh PDAM mereka hanya mampu mengatasi tingkat kekeruhan air maksimal 800 NTU dengan membutuhkan bahan kimia yang sangat tinggi sekita 800 NTU kapasitas yang terpasang. Sementara air yang turun dari hulu ke hilir pengolahan kami melebihi  4000 NTU itu sudah hampir lebih besar lumpur daripada air yang turun, dan itu yang kami olah" Tandasnya.


Namun, untuk tahun 2022 nanti, PDAM sedang merencanakan akan membuat sistem pengendapan air bersih yang maksimal atau prasedimentasi sebelum masuk ke pengolahan di Rababaka.


"Itu yang kemarin kita bahas di ruangan Wakil Bupati, dan itu akan menggunakan Anggara dari PU tahun depan" Tandasnya.(Din)