Demo Anjloknya Harga Jagung di Pemda Dompu, Sejumlah Mahasiswa Dilarikan ke RSUD -->
Cari Berita

Iklan 970x90px

Demo Anjloknya Harga Jagung di Pemda Dompu, Sejumlah Mahasiswa Dilarikan ke RSUD

Thursday, April 18, 2024


Evakuasi mahasiswa dalam saat bentrokan dengan polisi 


 Dompu, Infobima.com - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Dompu Menggugat (AMRDM) Dompu banyak dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) akibat bentrokan dengan polisi saat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Pemda Dompu, Kamis 18 April 2024.


Aksi massa tersebut menyoroti tentang anjloknya harga jagung dan kelangkaan gas LPG 3 kilo gram yang kini dialami oleh masyarakat.


Mahasiswa yang tergabung dalam 4 organisasi nasional yang berbeda tersebut, yakni GMNI, HMI-MPO, LMND dan FPBI menyoroti anjloknya harga jagung dan kelangkaan LPG berdasarkan jeritan suara rakyat.


Bentrokan terjadi antara mahasiswa dan aparat kepolisian itu dipicu akibat lambannya pemerintah daerah merespon kehadiran mereka dalam menyampaikan aspirasi. Orasi yang yang dilakukan itu berlangsung selama 3 jam, namun pemerintah daerah enggan menemui mereka.


Dimas Satria Pratama salah satu orator menuturkan, bahwa kehadiran mereka di Kantor Pemda Dompu ini murni memperjuangkan hak rakyat petani, seluruh masyarakat petani hari ini menjerit akibat anjloknya harga jagung dan kelangkaan LPG, lalu dipertanyakan dimana peran pemerintah daerah sekarang?


"Kehadiran kami disini murni membawa suara rakyat, hari ini seluruh petani di kabupaten Dompu menjerit, dimana peran pemerintah daerah sekarang?" Dipertanyakan.


Terkait tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap massa aksi, hingga beberapa mahasiswa harus dilarikan ke RSUD akibat bentrokan itu. Dimas Satria Pratama selaku Ketua EK-LMND Dompu akan bersikap, dan berencana mengajukan laporan ke Propam Polda NTB dengan bukti yang mereka pegang.


"Beberapa anggota saya mengalami kekerasan, banyak yang terluka, satu gender di larikan ke rumah sakit, dan bahkan bendera perjuangan kita di robek, kita akan laporkan ke Polda NTB" ungkapnya.(D)