Akal Busuk Oknum Petugas Sampah Dinas LH Dompu. Diduga Meminta Uang 100.000 Kepada Warga
Cari Berita

Iklan 970x90px

Akal Busuk Oknum Petugas Sampah Dinas LH Dompu. Diduga Meminta Uang 100.000 Kepada Warga

Saturday, November 15, 2025

Dompu ~ infobima.com ~ Miris seorang petugas pungut sampah dari dinas Lingkan Hidup ( LH ) kabupaten Dompu diduga mematok harga kepada Salah seorang warga sebagai upah untuk mengangkut sampah ke mobil. 

Hal tersebut disampaikan langsung warga itu sendiri kepada redaksi media ini. Saat di temui di kediamannya didusun dorebara selatan. Desa Dorebara Kecamatan Dompu. Kabupaten Dompu. Provinsi Nusa Tenggara Barat. ( NTB ) Pada hari sabtu. 15 November 2025. Sekira pukul. 12. 10. Wita.

" Adapun perisiwa itu terjadi pada kamis (13/11/25 ) sekitar pukul 13.00. Awalnya salah seorang petugas sampah meminta uang sebesar 100.000 kepada istri saya. Dengan alasan sebagai jasa untuk mengangkut Sampah.. namun ketika istri saya mengatakan dia tidak punya uang. 

Sehingga tumpukan sampah itupun di biarakan begitu saja oleh petugas Dinas LH di depan rumah saya. Hingga sampai saat ini dan itupun tida di angkut Oleh petugas" Ujar syamsul 

Akibat persitiwa tersebut tentunya ada gaji dari pemerintah daerah. Kata syamsul. Malam itupun Dia Langsung berkoordinasi dengan kepala dinas LH. Bapak Jufrin. ST. Melalui Via Telepon. Guna menanyakan tentang kriteria sampah yang harus di angkut ke mobil sampah oleh petugas di lapangan.  

Lanjut dia, menanyakan aturan dari mana yang mengharuskan seorang petugas lapangan mematok harga Kepada Warga. Sebagai upah untuk mengangkut sampah ke dalam bak mobil sampah yang telah di fasilitasi oleh di gaji melalui APBD pemerintah daerah kab. Dompu Tersebut.

" iya kita kan sama-sama tau. Bahwa tugas nya mereka adalah mengakut sampah. Bukan untuk mematok iyuran sampah, dan bukankah iyuran sampah itu akan di bayar perbulan oleh masyarakat terhadap petugas yang di tunjuk oleh pemerintah sebagai juru pungut. 

Namun tindakan oknum petugas kali ini. Itu menggambarkan bahwa dugaan praktik Pungutan liar terhadap masyarakat kerap terjadi selama ini dan hal inipun tidak bisa di biarkan, karena itu akan menjadi Hukum kebiasaan oleh petugas petugas Nakal di lapangan. ujar syamsul dengan nada cetus.

Syamsul juga mejelaskan bahwa hasil dari koordonasinya dengan kepala Dinas LH malam itu. Bahwa hal tersebut Menduga kuat atas perintah kadis dalam menjalankan aksi oleh oknum pungutan, mirisnya. Tidak hanya ingin mendorong serta menasehati ketika ada laporan warga tentang petugas nakal. Tapi kini, beliau mengabaikan aspek sosial menjadikan keuntungan tambahan mereka. Pungkasnya. 

Dengan polemik tentang kejadian petugas nakal yang minta uang tersebut, kini menjadi momongan dikalangan masyarakat. Sembari menunggu tanggapan dari pihak Kepala Dinas lingkungan hidup kabupaten Dompu, berita ini dipublikasikan oleh pimpinan redaksi.(Red/Aryadin)