Kabid PTK Dikpora Dompu, Taufik M.Si
Dompu, Infobima - Carut-marut seleksi posisi calon Kepala Sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu sampai hari ini belum rampung.
Padahal, rencana pelantikan para Kepsek yang mengisi 70 sekian sekolah itu akan dilantik pada bulan februari ini. Waktu untuk proses pelantikan itu sudah terlalu mepet, tapi kondisi yang terjadi tidak seperti yang diharapkan, sebab dari 70 calon Kepsek yang diusulkan menjadi calon kepala sekolah hanya 40 orang yang bertahan, selebihnya mereka tidak melanjutkan pengisian formulir karena dibawah tekanan permintaan mahar yang besar dari tim, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini.
Menurut informasi dari sumber terpercaya, bahwa 30 sekian orang calon Kepsek yang terdaftar namanya dan memilih keluar dari sistem perekrutan akibat besar tawaran mahar. Tapi sumber ini tidak memberitahukan kepada media, berapa jumlah mahar yang diminta kepada masing-masing calon Kepsek?
"Itu cukup saya saja yang tau, yang pasti ada permintaan yang membuat orang-orang ini mundur" Ujarnya.
Akibat hal ini, rencana pelantikan calon kepsek pada bulan Februari ini terancam gagal dilaksanakan, sebab hingga saat ini baru 40 orang yang memenuhi syarat pendaftaran dari 70 sekian sekolah yang membutuhkan pengisian posisi kepsek.
Dinas Dikpora Kabupaten Dompu melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK), Taufik M.Si yang dikonfirmasi media ini, Selasa (10/02/25) menjelaskan, bahwa para calon Kepsek tersebut sudah memiliki nama yang terdaftar langsung dari Pusat, dan mereka diberikan link website untuk mengisi formulir persyaratan yang harus dilengkapi, jadi menurutnya tidak bisa ada oknum yang memanfaatkan posisi itu untuk meminta mahar karena aturan sistem yang digunakan.
"Itu by sistem yang digunakan, saya rasa tidak ada cara begitu" Jelas Kabid.
Ditempat terpisah, Sekretaris Dikpora Dompu, M. Ihsan, S.Ag yang dimintai tanggapan juga atas adanya permintaan mahar dalam sistim perekrutan kepsek ini.
"Wallahu alam, saya tidak tau itu karena disini kita membicarakan prosedur, karena kami di Dinas ini mengedepankan aturan dan prosedur" Tuturnya. (D)

