Gambar ilustrasi
Dompu, Info Bima - Sejumlah guru ASN dan PPPK Kecamatan Woja banyak mengeluh dalam pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) oleh bendahara UPTD Dikpora Kecamatan Woja. Pasalnya para harus mengantri sepanjang hari di Kantor KCD setempat untuk mengambil jatah THR.
Tanpa alasan yang jelas, pembagian THR yang seharusnya dilakukan secara online melalui rekening masing-masing, kini tidak lagi diberlakukan sampai membuat tumpukan guru yang mengantri hingga berjam-jam.
Pemberlakuan pembagian THR secara manual ini tidak dilakukan secara merata, seperti yang dilakukan pada Rabu 18 Maret. Sebagaian guru harus pulang dengan tangan hampa setelah seharian mengantri di Kantor KCD yang akhirnya tidak mendapat kebagian THR karena alasan keterbatasan anggaran yang dikeluarkan dari Bank.
Hal ini dibenarkan juga oleh Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Woja, Mustakim yang dikonfirmasi media ini via whatsapp, Rabu 18 Maret 2026.
"Saya tidak tau itu dilakukanoleh bendahara, saya hanya dikasih tahu setelah dilakukan pembagian THR tadi. Memang masih ada yang belum menerima THR karena keterbatasan anggara, karena Bank membatasi pengambilan uang hanya seratus juta saja setiap penarikan, tapi besok akan dilakukan pembagian lagi" Ujar KCD.
Pembagian THR secara manual ini juga dinilai akan berpotensi korupsi, karena akan mudah dilakukan pemotongan, sebab itu pemerintah pusat memberlakukan pembagian THR ini langsung ke rekening ASN masing-masing.
"Tidak ada pemotongan yang dilakukan tadi, kecuali zakat saja yang dipotong" Katanya.
Para guru ASN dan PPPK khawatir mereka tidak mendapatkan jatah THR sebelum hari raya tiba, mengingat hari libur sudah dilewati dan takut pelayanan Bank juga akan ditutup. (D)

