Pasca Insiden Pengrusakan, Gubernur NTB Kunjungi Warga Ahmadiyah di Lotim
Cari Berita

Iklan 970x90px

Pasca Insiden Pengrusakan, Gubernur NTB Kunjungi Warga Ahmadiyah di Lotim

Monday, May 21, 2018

Mataram, Lensa Post NTB  - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT, hadir pula Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, dan Kepala Dinas Perumahan NTB, Senin pagi tadi, (21/5/2018) meninjau  rumah  Jamaah Ahmadiyah di Desa Gereneng Lombok Timur pasca dirusak massa. Kehadiran Gubernur 2 periode ini sebagai bentuk keprihatinan dan kekecewaan terhadap aksi warga yang main hakim sendiri dengan menyerang dan merusak beberapa rumah dan perabotan milik jamaah ahmadiyah.
Sebelum Gubernur memberikan amanah di masjid, terlebih dahulu berkeliling meihat kondisi rumah warga ahmadiyah yang telah dirusak masyarakat. Sambil mendengar penjelasan Kades  Gereneng,  pada kesempatan tersebut  Gubernur NTB menyapa dan menyalami masyarakat.Salah seorang tokoh masyarakat, H. Toni menyampaikan beberapa  hal terkait kejadian penyerangan  dan pengrusakan rumah warga ahmadiyah beberapa hari yang lalu. Persoalan tersebut, menurutnya, dipicu oleh warga ahmadiyah yang sudah menyebarkan paham mereka kepada masyarakat lainnya. Padahal mereka sudah berkali kali bertobat kata H. Toni kepada Gubernur. Meskipun aksi pengrusakan dilakukan, namun tidak terjadi korban jiwa karena sebelumnya mereka warga ahmadiyah diminta keluar dari rumah mereka sebelum pengrusakan. 

Setelah mendengarkan sejumlah informasi, Gubernur menuju masjid menyampaikan amanah kepada seluruh warga masyarakat.
Dalam amanahnya, Gubernur menyampailan keprihatinannya atas peristiwa tersebut terlebih di bulan suci ramadhan. Bagaimana menjaga keharmonisan bermasyarakat dengan saling menghormati, bermusyawarah terhadap semua permasalahan merupakan inti pesan gubernur. Gubernur juga menegaskan bahwa meskipun paham ahmadiyah tdk diterima, namun tindakan pengrusakan juga tidak dibenarkan secara hukum. Sebelum mengakhiri amanah, gubernur bertanya apakah masyarakat bersedia memaafkan dan menerima kepulangan mereka? Serentak masyarakat menjawab "tiiiidaaak", Gubernur memahami, namun berharap masyarakat mau berdialog yang akan difasilitasi pemerintah. Setelah itu, gubernur menuju Mapolres Lotim, tempat 5 KK warga ahmadiyah yang ditampung sementara. (Tim LP.NTB)