Pemilik Yayasan SMKS Harapan Bangsa Manggelewa, Sesalkan Isu Ijazah " Palsu " Asal Sekolahnya
Cari Berita

Iklan 970x90px

Pemilik Yayasan SMKS Harapan Bangsa Manggelewa, Sesalkan Isu Ijazah " Palsu " Asal Sekolahnya

Friday, February 23, 2024

 

Gambar Yayasan SMKS Manggelewa


Dompu, Infobima.com - Nuryati (43 Tahun), yang merupakan pemilik Yayasan Harapan Bangsa sekaligus pengelola Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Harapan Bangsa, secara tegas membantah dan menolak tudingan sejumlah oknum yang menyebutkan, bahwa sekolahnya yang beralamat di Desa Nangatumpu Kecamatan Manggelewa, diduga menerbitkan ijazah palsu untuk siswa lulusan tahun 2019/2020 lalu. 



Tudingan tersebut kata Nuryati, sangat tidak rasional dan masuk akal, mengingat Ijazah yang dianggap palsu itu merupakan terbitan dari pihak sekolahnya sendiri, yang diperuntukkan bagi siswa yang telah mengikuti ujian akhir dan dinyatakan lulus.



" masa kami di tuding begitu? kecuali siswa sekolah lain kami buatkan ijazahnya, itu baru memalsukan, kan tidak rasional tuduhan mereka ", Ujar Nuryati bernada kesal pada sejumlah awak Media di Kediamannya, Rabu(23/02/2024) Siang tadi.



Tudingan terkait ijasah palsu itu, menurut Nuryati, mulai mencuat usai pihak yayasan dan sekolah beberapa waktu lalu, mengumumkan ke Alumni angkatan Tahun 2020 yang berjumlah 27 orang, untuk mengumpulkan kembali ijazah. hal itu dikarenakan terdapat kelalaian dan kesalahan dalam proses pencetakan dulu.


" isu itu muncul pasca kami menarik kembali ijazah yang setelah diperiksa ada kesalahan dalam pembuatannya, tapi sudah kami perbaiki sekarang ", Bebernya.



Kendati demikian, Nuryati menjanjikan bahwa ijazah ke 27 alumni tahun 2020 itu, telah diganti dengan blanko ijazah yang baru serta akan mulai dibagikan kembali pada awal bulan Maret besok. dirinya selaku pemilik yayasan sekaligus pengelola sekolah itu, malah menggratiskan semua biaya perbaikan. Hal itu  dilakukan manajemen yayasan sebagai bentuk pertanggung jawaban atas terjadinya kelalaian dalam proses pencetakan.



" Kami akan bertanggung jawab penuh mengenai hal itu, dan kami menggratiskan semua biayanya ", Janjinya.



Nuryati sendiri, sangat menyesalkan beredarnya kabar dan tudingan yang se olah - olah terkesan mendiskreditkan sekolahnya tersebut, dia menduga ada sejumlah oknum yang tidak senang atas keberadaan sekolahnya.



Bahkan, lanjut Wanita 43 tahun itu, kehadiran SMK Harapan Bangsa yang dengan susah payah dirintisnya selama tiga tahun belakangan ini bersama sang suami, seharusnya dibantu dan didukung, mengingat tujuan awal berdirinya yayasan tersebut adalah sebagai ikhtiar untuk mencerdaskan generasi, khususnya bagi masyarakat wilayah pelosok seperti Desa Nangatumpu.



" Kami susah payah rintis yayasan agar bisa bangun sekolah, sehingga masyarakat pelosok disini bisa memperoleh pendidikan yang layak dan memadai ", Pungkasnya.(IB).