Dompu, Infobima - Mencintai kegiatan yang dilakukan memang mengasyikkan. Karena dicintai, pekerjaan yang dilakukan tidak menjadi beban, namun dapat dinikmati apa adanya.
Itulah yang sedang terjadi pada satu sosok yang bagi banyak orang, khususnya di Kabupaten Dompu dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, tidak asing lagi.
Karena cintanya yang begitu besar pada dunia tulis-menulis, ia menggeluti profesi yang kemudian membuat namanya dikenal banyak orang.
Saat "Pak Emo"—nama akrabnya—ditanya mengapa memilih profesi jurnalis, pertanyaan ini dijawabnya dengan ramah, "Saya suka dengan pekerjaan ini."
Menurutnya, dengan profesi yang digelutinya, ia bisa berbuat banyak hal, tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga bagi orang lain.
"Dengan menulis, saya bisa menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh banyak orang," tambahnya.
Apa yang dikatakan Pak Emo ini memang benar adanya. Di bawah Media Lensa Post yang dipimpinnya, Pak Emo senantiasa menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Pak Emo adalah bagian dari para jurnalis hebat Kabupaten Dompu yang dengan profesinya selalu menyuarakan informasi penting bagi publik.
Informasi-informasi tersebut disampaikannya melalui kerja keras, termasuk senantiasa turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan bahan berita.
Apa yang dikerjakan Pak Emo sudah menjadi bagian dari rutinitasnya setiap hari. Jika orang menyebut namanya, sudah pasti ia dikenal sebagai seorang jurnalis.
Dalam menjalankan profesinya, Pak Emo terlihat selalu antusias dengan tugas dan pekerjaannya.
Ia tidak merasa terbebani, melainkan menikmatinya dengan baik, bahkan terdorong untuk selalu memberikan hasil yang terbaik.
Saat menjalankan tugas, Pak Emo juga selalu terlihat bersemangat.
Ada yang menarik dari pria lemah lembut dan baik hati ini ketika menjalankan tugas jurnalisnya.
Saat menulis isu-isu yang berkaitan dengan problem anak dan remaja, ia selalu menuntaskannya secara mendalam.
Menurutnya, menulis masalah anak dan remaja merupakan bagian dari kecintaannya terhadap daerah.
"Kepada anak dan remaja, kita harus senantiasa memberikan apresiasi dengan memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh. Menulis tentang anak remaja menjadi bagian dari memberikan ruang yang baik untuk tumbuh kembang mereka menjadi generasi harapan bangsa dan daerah," katanya suatu waktu.
Pak Emo memang sosok yang menyenangkan untuk diajak ngobrol. Pembawaannya yang ramah, baik hati, dan murah senyum membuatnya selalu diingat oleh teman dan sahabatnya.
Pernah penulis bertandang ke rumahnya di Desa Serakapi; sapaan hangat dan akrab di balik keramahannya meninggalkan kesan yang menyejukkan saat berjumpa.
Di dalam keluarga, Pak Emo adalah sosok yang penyayang, romantis, dan penuh perhatian. Pembawaan ini membuatnya menjadi seorang suami sekaligus ayah idola.
Saat pulang dari bertamu di rumahnya, penulis bahkan dipaksa oleh beliau untuk membawa pulang oleh-oleh berupa sayur-sayuran yang ditanamnya sendiri.
"Ini sedikit oleh-oleh yang saya petik dari kebun sendiri," katanya, yang membuat penulis tidak kuasa untuk menolak pemberian tersebut.
Sehat dan sukses selalu, Pak Emo. Semoga kebaikan dan sepak terjangmu senantiasa menjadi inspirasi bagi kami semua.(*)
