DOMPU, INFOBIMA – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Rapat Kerja (Raker) ke-5 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Dompu yang digelar pada Selasa (16/6/2026). Pertemuan yang dihadiri oleh pengurus serta keluarga besar anggota SMSI ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi melalui arisan Paguyuban Istri, tetapi juga menjadi momen krusial untuk membedah berbagai isu strategis di Kabupaten Dompu.
Dalam rapat tersebut, jajaran pengurus, termasuk Ketua Iwan Sakral, Sekretaris Umum Fauzi Akbar, dan Bendahara Umum Agus Marsudin bersama seluruh anggota mengidentifikasi beberapa persoalan daerah yang perlu mendapat perhatian serius:
Masalah Ketertiban Umum:
SMSI mendesak aparat penegak hukum untuk bersikap lebih tegas terhadap aksi pemblokiran jalan yang kian marak, agar tidak merugikan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Efektivitas Pembangunan:
Bappeda disoroti agar memperkuat fungsi perencanaannya. Pembangunan daerah dinilai harus berbasis pada data, kajian matang, dan selaras dengan visi-misi Bupati agar lebih tepat sasaran.
Optimalisasi Ekonomi:
Pemerintah daerah didorong untuk mengonversi pertumbuhan ekonomi menjadi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Integritas Jurnalisme:
SMSI memberikan catatan khusus mengenai pergeseran praktik jurnalisme yang kini kerap mengaburkan batas antara fakta dan opini.
Menanggapi tantangan di dunia media, Ketua SMSI Dompu, Iwan Sakral, menegaskan pentingnya menjaga marwah profesi. Ia mengingatkan bahwa organisasi media harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang kredibel.
"SMSI harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan berita yang akurat dan berimbang. Jurnalis harus bisa memisahkan antara fakta dan opini. Jika ingin menyampaikan opini, sudah ada wadahnya, yakni melalui rubrik Tajuk atau Editorial," tegas Iwan.
Senada dengan sang Ketua, Sekretaris Umum SMSI Dompu, Fauzi Akbar, menambahkan bahwa tanggung jawab seorang wartawan tidak hanya sekadar menulis. Menurutnya, ada beban moral dan sosial yang besar di setiap karya jurnalistik. "Kehati-hatian adalah kunci. Jangan sampai opini penulis justru mendominasi dan mengaburkan fakta yang seharusnya diterima oleh publik," ungkapnya.
Melalui Raker ke-5 ini, SMSI Kabupaten Dompu menegaskan kembali perannya sebagai mitra strategis pemerintah. Organisasi ini berkomitmen untuk terus berkontribusi lewat penyajian informasi yang edukatif serta tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis dan konstruktif bagi kemajuan Kabupaten Dompu.(*)

